PECAH Tangis Suami Istri di Madura, Bayi Lahir Setelah 21 Tahun Dinanti, Dokter & Suster Ikut Terharu


PECAH Tangis Suami Istri di Madura

Bayi Lahir Setelah 21 Tahun Dinanti, Dokter & Suster Ikut Terharu

Penantian panjang 21 tahun suami istri di Madura ini berakhir bahagia, akhirnya lahir bayi tercinta, dokter pun ikut terharu.

Pasangan suami istri asal Sampang, Madura menunggu 21 tahun untuk punya anak.

Penantian panjang suami istri itu membuat dokter yang menangani program hamil mereka larut dalam haru.

Dokter tersebut menyebut pasangan ini sangat luar biasa menanti dan berjuang untuk mendapat buah hati.

Kisah suami istri ini viral setelah dokter membagikan kisah mereka melalu instagram @drbennyarifin atau akun Dr Benediktus seperti tertera pada kolom informasi akun.

Pada postingan, dokter Benediktus menjelaskan kesabaran pasangan suami istri ini menunggu kehadiran buah hatinya selama 21 tahun.

Dokter Benediktus menulis, pasangan suami istri itu bernama Ibu Su’udiyah berusia 44 tahun dan Bapak Somidi berusia 51 tahun.

Bayi mereka baru saja lahir dan diberi nama Aisyah.

Dokter Benediktus mengatakan Su’udiyah dan Somidi mengikuti program bayi tabung sejak satu tahun terkahir.

'Mereka menunggu selama 21 tahun. Bayangkan 21 tahun!

Tuhan akhirnya menjawab ketaatan, ketekunan, dan keimanan mereka yg luar biasa' tulis Benediktus.

Menurut Benediktus tidak mudah bagi pasangan yang memiliki masalah seperti Su’udiyah dan Somidi mempertahankan pernikahan.

Dokter Benediktus pun menceritakan perjuangan panjang suami istri ini demi memiliki keturunan.

'Saya menjadi saksi perjuangan mereka yang sangat tidak mudah.

Mereka tinggal 15 km di luar kota Sumenep, Dusun Pakondang Daya namanya, Madura.

Enam jam perjalanan dari Surabaya.

Demi menemui saya untuk konsultasi atau tindakan di pagi hari, mereka berangkat naik bus pukul 02.00 dini hari.

Bayangkan panjang ritual bayi tabung dan dituntut untuk tepat waktu dalam suntik dll.

Sehari harinya mereka berjualan keripik singkong di Komplek Asta Tinggi.

Direferensikan oleh sahabat saya, dr. Rahmi SpOG yg praktek di Sumenep, mereka datang menemui kami di @morulaivfsurabaya' tulis Benediktus. 

LihatTutupKomentar