PILUNYA Teddy Syach Belum Berani Pulang ke Rumah 10 Hari Setelah Rina Gunawan Meninggal


Sejak hari pertama Rina Gunawan meninggal dunia, Teddy Syach belum berani tinggal di rumahnya bersama sang istri di kawasan Sentul, Bogor.

Malahan, Teddy Syach dan kedua anaknya kini masih tinggal di rumah mertua, ibunda Rina Gunawan di Bintaro. Seperti diketahui, Rina Gunawan meninggal dunia pada Selasa (2/3/2021) di RSPP Simprug, Jakarta.

Selepas tahlilan 7 hari almarhumah, Teddy Syach pun mengajak kedua anaknya untuk ziarah ke makam Rina Gunawan. Di hadapan makam sang istri, Teddy Syach tampak sayu saat melihat foto mendiang istrinya ditempelkan di nisan.

Selain itu, Teddy Syach mengaku berkomunikasi secara batin dengan mendiang istri tercintanya saat di depan pusara.

"Kami masing-masing ingin berkomunikasi secara batin. Ya, artinya saya persilakan, apa yang dirasakan, dikomunikasikan, minta pada yang maha kuasa," ujar Teddy Syach, dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube Indosiar.

Lanjut Teddy Syach, kini tugasnya sebagai suami adalah mendoakan Rina Gunawan yang sudah lebih dulu dipanggil Ilahi. "Kita hanya berdoa dan memohon kepada Allah SWT," tambahnya. Di hadapan pusara Rina Gunawan, Teddy Syach mengaku belum bisa melupakan kenangannya dengan sang istri. "Apa yang menjadi kenangannya, kita nikmati saja," ucap Teddy Syach.

Saking tak bisa melupakan kenangan itu, Teddy Syach pun mengaku belum mampu kembali ke rumahnya yang ada di Sentul, Bogor. Pasalnya, rumah tersebut adalah saksi bisu perjalanan rumah tangganya selama 20 tahun bersama Rina Gunawan.

"Saya belum kembali ke rumah yang kami tempati selama 20 tahun membina rumah tangga," ungkap Teddy Syach. "Rumah itu ada di Sentul, dan saya belum tidur disitu. Saya masih tidur di Jakarta," tambahnya.

Akan tetapi, Teddy Syach sempat pergi ke rumah kenangan hanya untuk mengambil beberapa barang saja. "Saya gak tahu, cuman kemarin ketika saya pulang sebentar, saya cuma ngambil beberapa barang," ungkap suami Rina Gunawan.

Diakui Teddy Syach, ketika ia masuk rumah kenangan tersebut, suasana duka langsung menyelimuti. "Suasananya ya cukup berduka. Sehingga, waktu sore sebelum Maghrib saya sudah kembali ke Jakarta," ujar Teddy Syach.

LihatTutupKomentar