6 Fakta 1 Keluarga Mudik Jalan Kaki dari Jateng ke Jabar: Tempuh Jarak 278 Km, Gendong 2 Balita


Seperti apa cerita di balik mudik jalan kaki keluarga asal Bandung ini?

Berikut dirangkum Tribunnews.com, Jumat (7/5/2021):

1. Jalan kaki pakai sandal

Jumat (7/5/2021) siang, Dani sekeluarga sudah sampai di Jl A Yani Lingkungan Bolenglang Rt 03 RW 05 Ciamis, Jawa Barat. Mereka sedang berteduh di bawah pohon rindang di sisi jalan raya jalur selatan tersebut.

Kondisi mereka cukup lusuh, mungkin lantaran capek di perjalanan. Mereka menggunakan sandal jepit yang juga lusuh.

“Beginilah sehari-harinya, kalau lagi capek langsung berhenti. Kemudian terus melanjutkan perjalanan lagi,” ujar Dani kepada wartawan, Jumat (7/5/2021).

2. Terpaksa jalan kaki

Dani dan keluarga kecilnya  terpaksa nekat jalan kaki pulang dari Gombong menuju Soreang karena sudah tidak punya apa-apa lagi setelah di-PHK dari perusahaan konveksi rumahan di Gombong tempat ia bekerja.

3. Gendong anak sambil jalan kaki

Selain mereka berdua. mudik jalan kaki juga mengajak dua anak mereka yang masih balita. Manpa (3 tahun 8 bulan) dan Hanum (1 tahun 5 bulan) nama dua anak mereka. Berbekal pakaian yang disimpan dalam tas gendong. Masitoh dan Dani gantian menggendong anak sambil jalan kaki.

4. Bawa bekal uang Rp 120 ribu

Berangkat dari Gombong Minggu (2/5/2021) sore tersebut Dani hanya membawa bekal uang Rp 120.000. “Tapi alhamdulillah, selama di perjalanan banyak yang bantu. Ada yang ngasih uang, ada yang ngasih makanan. Kami hanya berjalan di siang hari, kalau malam istirahat,” ujar Masitoh.

Menurut Masitoh, mereka memilih pom bensin (SPBU) untuk istirahat malam sekaligus menumpang mandi. “Setelah istirahat malam di pom bensin, pagi harinya melanjutkan perjalanan lagi,” katanya.

Selama 6 hari dalam perjalanan dari Gombong sampai di Ciamis Jumat (7/5) siang tersebut memang banyak yang bantu. “Tapi ada juga yang menyangka kami nipu-nipu. Curiga, terserahlah, ini adalah perjalanan hidup kami. Mohon doanya kami selamat dalam perjalanan,” ujar Masitoh.

5. Punya 4 anak

Masitoh menyebutkan mereka punya empat orang anak. Anak sulung, Eva (16) kini nyantri di sebuah pesantren. Sedangkan yang nomor 2, Ihsan (10) tinggal bersama neneknya di Jl Pancing Unmed Medan. “Yang ikut jalan Manpa (3 tahun 8 bulan). Dan yang digendong ini Hanum (1 tahun 5 bulan),” paparnya.

6. Tiap hari berjalan 30 Km

Setiap hari mereka bisa melakukan perjalanan 25 km sampai 30 km. Kadang perjalanan mereka bisa lebih cepat kalau ada yang ngajak menumpang naik mobil. Dani memperkirakan mereka akan sampai di Soreang pada hari kedua lebaran. “Do’ain kami selamat,” katanya.

LihatTutupKomentar